Jurnal Penyesuaian

Topik :

  1. Apa itu Jurnal Penyesuaian
  2. Memahami Ayat Jurnal Penyesuaian
  3. Mengapa membuat jurnal penyesuaian?
  4. Tipe Jurnal Penyesuaian
  5. Praktek Jurnal Penyesuaian Pada Perangkat Lunak
  6. Fungsi Jurnal Penyesuaian

Apa itu Jurnal Penyesuaian?

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang terjadi pada akhir periode akuntansi untuk mencatat pendapatan atau beban yang belum diakui untuk periode tersebut. Jurnal ini juga dibutuhkan untuk menyesuaikan nilai aset dan kewajiban, agar sesuai dengan nilai yang seharusnya. Ketika suatu transaksi dimulai dalam satu periode akuntansi dan berakhir pada periode berikutnya, jurnal penyesuaian diperlukan untuk mencatat transaksi dengan benar.

Ayat jurnal penyesuaian juga dapat digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang dibuat pada periode akuntansi sebelumnya

Memahami Ayat Jurnal Penyesuaian

Tujuan dari jurnal penyesuaian adalah untuk mengubah transaksi tunai menjadi metode akuntansi akrual. Akuntansi akrual didasarkan pada prinsip pengakuan pendapatan yang berusaha untuk mengakui pendapatan pada periode di mana pendapatan itu diperoleh, daripada periode di mana uang tunai diterima.

Contoh Jurnal Penyesuaian

Perusahaan konstruksi memulai konstruksi dalam satu periode. Sesuai kontrak, pekerjaan dibayar setelah pekerjaan selesai, perkiraan selesai dalam 6 bulan. Hal ini mengakibatkan perusahaan tidak dapat menagih pelanggan sampai pekerjaan selesai dalam enam bulan. Perusahaan konstruksi perlu melakukan jurnal penyesuaian pada setiap akhir bulan untuk mengakui pendapatan sebesar 1/6 dari jumlah yang akan ditagih pada titik enam bulan.

Jurnal setiap bulan

PiutangRp xxxxx
PendapatanRp xxxxx

Akun-akun dalam Jurnal Penyesuaian

Entri jurnal penyesuaian hanya melibatkan akun yang ada di

  1. laporan laba rugi (pendapatan atau beban)
  2. Laporan neraca (aset atau kewajiban).

Jadi laporan cash flow tidak terlibat disini.

Mengapa membuat jurnal penyesuaian?

Saat Anda membuat jurnal penyesuaian, anda ingin memastikan aktivitas bisnis Anda dicatat secara akurat dan tepat waktu. Jika Anda tidak membuat jurnal penyesuaian, pembukuan Anda akan menunjukkan Anda membayar pengeluaran sebelum benar-benar dikeluarkan, atau menerima pendapatan di muka namun sebenarnya anda belum benar-benar berhak atas uang itu.

Contoh transaksi

Di dalam dunia bisnis, tentu harus fleksibel. Bisa saja lawan transaksi kita tidak memiliki cukup uang tunai untuk mengerjakan proyek yang akan kita berikan kepadanya. Sementara pereusahaan rekanan ini sudah terbukti adalah yang terbaik. Karena keadaan ini maka kita bisa saja memberikan uang tunai dimuka. Agar proyek bisa jalan. Uang muka ini di dalam akuntansi tidak bisa langsung di jadikan biaya jika proyeknya berjalan berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Pada saat transaksi awal harus di catat sebagai uang muka proyek. Letaknya di laporan neraca di bagian aset. Setelah lewat 1 bulan, barulah biaya 1 bulan pertama itu bisa kita biayakan melalui mekanisme jurnal penyesuaian.

Sebaliknya, kita juga bisa menerima uang muka dari rekanan/vendor. Uang ini tidak bisa langsung diakui sebagai pendapatan jika kita belum mengerjakan proyek yang dipercayakan kepada kita. Jika sudah selesai baru bisa diakui. Baik secara parsial maupun sekaligus.

Jadi, pendapatan dan pengeluaran Anda tidak akan cocok, dan Anda tidak akan dapat melacak pendapatan secara akurat. Laporan keuangan Anda akan tidak akurat. Ini tentu saja tidak baik, karena Anda memerlukan laporan keuangan untuk membuat keputusan bisnis yang tepat dan pembuatan pajak juga harus akurat.

Selain itu entri jurnal sangat penting untuk aset yang terdepresiasi. Yang penting untuk melaporkan pengurangan pajak dan menyeimbangkan pembukuan Anda.

Tipe Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian terkait dengan akrual, penangguhan, dan estimasi. Yuk, kita bahas satu per satu

AKRUAL
Adalah pendapatan dan beban yang masing-masing belum diterima atau diakui, dan belum dicatat melalui transaksi akuntansi standar.

Contoh Jurnal:

Pendapatan belum diterima

Ini persis seperti contoh diatas. Perusahaan kontruksi yang baru bisa menagihkan ke konsumennya setelah 6 bulan. Misalnya nilai kontrak 600 juta. Maka perusahaan berhak mengakui pendapatan sebesar 100 juta per bulannya

Piutang Pendapatan100,000,000
Pendapatan Jasa100,000,000

Beban belum di akui

Perusahaan telah membayar sewa kantor selama satu tahun sebesar 120 juta. Maka perusahaan harus mengakui biaya sebesar 120 jt dibagi 12. Yaitu sebesar 10 jt. Sehingga uang muka sewa kantor yang sebelumnya diakui sebagai aset, akan berkurang sebesar 10 juta per bulannya.

Jurnal :

Biaya sewa10,000,000
Sewa di bayar dimuka10,000,000



PENANGGUHAN

Mengacu pada pendapatan dan beban yang telah diterima atau dibayar di muka, masing-masing, dan telah dicatat, tetapi belum diperoleh atau digunakan.

Contoh Jurnal

Pendapatan diterima dimuka

Sebuah perusahaan telah menerima uang muka untuk mengerjakan proyek rumah kost untuk mahasiswa sebanyak 12 buah. Dana diterima sebesar 1,2 Milyar. Namun sampai akhir tahun perusahaan baru dapat mengerjakan sebanyak 10 buah.

Jurnal pada saat menerima dana 1,2 milyar

Bank1,200,000,000
Pendapatan diterima dimuka1,200,000,000

Jurnal pada akhir tahun

Pendapatan diterima dimuka1,000,000,000
Pendapatan Jasa1,000,000,000

Sehingga pada akhir tahun masih tersisa kewajiban sebesar 200 juta rupiah. Yaitu senilai 2 buah rumah kost.

Biaya di bayar dimuka

Contoh jurnal :

Biar mudah, kita balik saja ya, sama dengan contoh diatas, cuma kita lihat dari sisi pemberi pekerjaan, si Mamat. Mamat ingin sekali jadi juragan kost. Sehingga ia memanggil perusahaan kontruksi untuk membuat rumah kontrakan buat mahasiswa. NIlai kontrak sama dengan diatas, yaitu 1,2 milyar untuk 12 rumah.

Jurnal

Pada saat kontrak
Biaya di bayar dimuka1,200,000,000
Bank1,200,000,000
Jurnal Pada akhir tahun
Rumah kost1,000,000,000
Biaya di bayar dimuka1,000,000,000

Sehingga di akhir tahun, mamat masih punya hak kepada kontraktor untuk dibuatkan 2 buah rumah kost lagi, senilai 200 juta.


ESTIMASI

Estimasi adalah jurnal penyesuaian yang mencatat pos-pos nonkas, seperti beban penyusutan, penyisihan piutang ragu-ragu, dan sisa persediaan.

Contoh Jurnal

Sebuah perusahaan memiliki kendaraan truk senilai 400 juta rupiah sebanyak 3 buah. Jadi total bernilai 1,2 milyar. Disusutkan selama 8 tahun. Sehingga penyusutannya setahun adalah 1.200.000.000/8 = 150.000.000. Atau perbulannya sebesar 150.000.000/12 = 12.500.000. Sehingga jurnal per bulannya

Biaya penyusutan12,500,000
Akumulasi penyusutan12,500,000

Namun tidak semua entri jurnal yang dicatat pada akhir periode akuntansi adalah jurnal penyesuaian ya. Misalnya, jurnal untuk mencatat pembelian peralatan pada hari terakhir periode akuntansi, tentu bukanlah jurnal penyesuaian.

Praktek Jurnal Penyesuaian Pada Perangkat Lunak

Penggunaan software untuk akuntansi sudah lazim digunakan. Jika di kelompokkan saya rasa ada 2 kelompok besar yang di gunakan dalam sistem akuntansi di Indonesia. Pertama yang menggunakan software spreatsheets dan yang sudah menggunakan aplikasi akuntansi.

Jika Anda melakukan pembukuan sendiri menggunakan spreadsheet, maka anda harus menjurnalnya secara manual. Jika anda menggunakan aplikasi akuntansi excel yang saya berikan disini, maka otomatis jurnal ini akan mengupdate laporan keuangan anda.

Sementara kalau anda menggunakan software akuntansi, selain menjurnal manual, jurnal penyesuaian juga bisa dibuat otomatis terbuat setiap bulannya. Seperti di aplikasi odoo misalnya, jurnal penyesuaian terhadap biaya penyusutan aset bisa dibuat otomatis. Jurnal otomatis ini bisa di setting langsung terposting, bisa juga kita buat sebagai draft jurnal. Untuk jaga-jaga kalau ada kesalahan sistem.

Fungsi Jurnal Penyesuaian

Sebagai penutup, sesuai dengan uraian dan contoh-contoh jurnal diatas maka fungsi dari jurnal penyesuaian adalah

  1. Mencocokkan pendapatan dengan biaya di suatu periode akuntansi
    Agar pendapatan yang didapatkan sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan. Dan sesuai dan menunjukkan situasi yang sebenarnya. Ini disebut dengan matching konsep.
  2. Memastikan akun aset dan kewajiban menunujukkan nilai yang sebenarnya
    Jangan sampai aset yang seharusnya sudah menjadi biaya masih ada nilainya di sisi aset. Demikian juga kewajiban, jangan sampai yang sudah menjadi hak, masih berada di kewajiban. Harus berpindah ke pendapatan yang akhirnya menjadi aset.

Leave a Comment